30 Ribu Masyarakat Kabupaten Pati Tempati Rumah Tak Layak Huni

Politik1127 Views
Instant Robust Hosting Services

BUNGOMEDIA, PATI – 30 Ribu Masyarakat Kabupaten Pati Tempati Rumah Tak Layak Huni Keadaan itu pun dikatakan Suhartono masuk dalam daftar badlock atau kesenjangan ketersediaan perumahan.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati Suhartono mengungkapkan, sampai 2022 masih ada sekitar 30 ribu masyarakat yang menempati rumah tak layak huni (RTLH). dilangsir dari situs betanews.id.

Jumlah itu pun masih diperparah dengan adanya 60 ribu rumah tangga yang belum memiliki hunian.

Keadaan itu pun dikatakan Suhartono masuk dalam daftar badlock atau kesenjangan ketersediaan perumahan.

“Tugas dari Disperkim itu memfasilitasi rumah tak layak huni menjadi rumah layak huni, serta menyediakan rumah bagi mereka yang belum memiliki hunian untuk mengurangi badlock,” terangnya saat ditemui di ruangannya, beberapa waktu lalu.

Namun, lanjut Suhartono, upaya Pemerintah Kabupaten Pati mengurangi badlock ditunjukkan dengan pembangunan rumah layak huni melalui beberapa program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dalam perbaikan rumah, pemerintah pusat menyediakan anggaran. Begitu pun pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, tapi memang jumlahnya berbeda. Kalau dari pemerintah daerah dialokasikan 30 unit saja tiap tahunnya,” beber dia.

30 Ribu Masyarakat Kabupaten Pati Tempati Rumah Tak Layak Huni

Tahun ini, pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) bertambah dengan adanya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang telah dilaksanakan Mei 2022 lalu.

Dalam program tersebut, sudah dibangun 12 rumah yang tersebar di Kecamatan Jaken, Dukuhseti, Kayen, dan Jakenan.

Lalu ada Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat yang Berperspektif Gender (P2MBG) pada Juni 2022 dengan sasaran enam rumah di Kecamatan Margorejo.

Ada juga Program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) pada Juni 2022, yang membangun lima rumah di Kecamatan Tlogowungu.

Terakhir ada Program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada Juni 2022, dengan sasaran lima rumah di Kecamatan Trangkil dan Wedarijaksa.

“Semuanya mendapatkan bantuan berupa material bahan bangunan senilai Rp15 juta untuk masing-masing penerima,” sambungnya.

Di samping itu, Disperkim juga mengajak pihak swasta dan Baznas Pati agar bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Tahun 2019 lalu ada CSR dari Bank Jateng senilai Rp1,5 miliar. Tahun ini sudah kami komunikasikan lagi, tapi belum ada respon positif dari sana. Ada pun bantuan perbaikan RTLH hanya bagi karyawannya,” tandasnya. (Berita Viral)

Comment