Jadi Satu-satunya Penentu Nama Capres PDIP, Megawati Dinilai Langgengkan Cara Feodal

Instant Robust Hosting Services

Berita terkait Jadi Satu-satunya Penentu Nama Capres PDIP, Megawati Dinilai Langgengkan Cara Feodal ini bungomedia sajikan untuk anda yang sedang mencari berita terpopuler yang kami kutip dari berbagai situs.

Anda juga bisa mencari berita terkait yang kami rangkum dalam topics Breaking News, yang kami publis pada 2023-01-11 16:15:50.

Sekilas Tentang Bungomedia.eu.org, kami adalah blog yang membahas banyak hal, dari ekonomi, bisnis, tutorial, cara bisnis online, mengulas produk dan menyediakan jasa backlink portal media berita nasional.

Semua informasi yang kami beritakan di kutip dari berbagai sumber terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak dan join di channel TelegramLokerNews” agar tidak ketinggalan berita loker terbaru Lainnya, silahkan Klik https://t.me/lokernews

Berikut ini berita dan informasi selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Jadi Satu-satunya Penentu Nama Capres PDIP, Megawati Dinilai Langgengkan Cara Feodal

Suara.com – Pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi sorotan banyak pihak di HUT PDIP, Selasa (10/1/2023) kemarin. Pengamat Refly Harun bahkan menilai bahwa cara berpolitik PDIP terbilang feodal dilihat dari pernyataan-pernyataan sang ketua umum.

Dalam sambutannya, Megawati menyinggung soal keputusan calon presiden dari partai banteng yang akan dipilihnya. Menurut Mega keputusan itu hanya ada di tangannya sebagai pemegang hak prerogatif.

“Saya ketum terpilih di kongres partai sebagai institusi tertinggi partai, maka ileh kongres partai diberikan lah ketum terpilih, hak prerogatif siapa yang akan dicalonkan,” kata Megawati di Jakarta Internationa Expo (JIExpo).

Saiki nungguin nggak ada, ini urusan gue,” imbuh Megawati.

Baca Juga:
Cerita FX Rudy Dampingi Megawati Sejak 1986: Kalau Ada yang Merecoki, Saya yang Menghadapi

Pernyataan inilah yang membuat Refly Harun menilai bahwa cara Megawati berbau feodal.

“Kalimat terakhir ini nggak juga ya, memang dari semua parai politik itu baru disebut-sebut tetapi yang terpenting adalah mekanisme partai politiknya yang katakanlah ‘rodo‘ feodal,” kata Refly dalam kanal Youtube-nya, Rabu (11/1/2023).

Refly menilai bahwa cara kerja pemilihan capres seharusnya sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Saya tahu dulu ada perdebatan kader PDIP Adian Napitupulu yang mengatakan begini. Karena ini kesepakatan, forum tertinggi partai kongres memberikan kewenangan kepada PDIP lalu tidak demokratisnya di mana?” kata Refly.

Namun, Refly menjelaskan bahwa cara tersebut sifatnya prosedural sesuai kebijakan partai.

Baca Juga:
Kini Disentil Presiden Kasihan Tanpa PDIP, Megawati Ternyata Pernah Ragukan Jokowi: Hebat Apa Dia?

“Ada prosedurnya, ditetapkan oleh kongres dan diberikan kewenangan satu orang secara prosedur,” jelas Refly.

Kendati demikian, Refly menyebut bahwa seharusnya aspek demokrasi tetap ada.

“Tetapi secara substantif, rasanya ya tetap patut dipersoalkan secara substansi. Prosedural yes, tapi substansi itu sama dengan demokrasi ala Orde Baru,” tambahnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Jadi Satu-satunya Penentu Nama Capres PDIP, Megawati Dinilai Langgengkan Cara Feodal yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui situs berikut ini: https://www.suara.com/news/2023/01/11/161550/jadi-satu-satunya-penentu-nama-capres-pdip-megawati-dinilai-langgengkan-cara-feodal

Comment