Masih Ingat Bule Australia Masuk DPO, tapi Nongol PN Denpasar? Kasusnya Kini Dilimpahkan

Instant Robust Hosting Services

Berita terkait Masih Ingat Bule Australia Masuk DPO, tapi Nongol PN Denpasar? Kasusnya Kini Dilimpahkan ini bungomedia sajikan untuk anda yang sedang mencari berita terpopuler yang kami kutip dari berbagai situs.

Anda juga bisa mencari berita terkait yang kami rangkum dalam topics Breaking News, yang kami publis pada 2022-12-22 18:58:37.

Sekilas Tentang Bungomedia.eu.org, kami adalah blog yang membahas banyak hal, dari ekonomi, bisnis, tutorial, cara bisnis online, mengulas produk dan menyediakan jasa backlink portal media berita nasional.

Semua informasi yang kami beritakan di kutip dari berbagai sumber terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak dan join di channel TelegramLokerNews” agar tidak ketinggalan berita loker terbaru Lainnya, silahkan Klik https://t.me/lokernews

Berikut ini berita dan informasi selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Masih Ingat Bule Australia Masuk DPO, tapi Nongol PN Denpasar? Kasusnya Kini Dilimpahkan

Suara Denpasar – Renato Lammanda, bule Australia yang tersangkut kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dagang “Gloria Jeans Coffes”, dilimpahkan bersama barang bukti dari penyidik Ditkrimsus Polda Bali ke Kejaksaan. 

“Tahap dua sudah dilakukan secara virtual. Barang bukti dilimpahkan langsung penyidik ke kejaksaan sedangkan tersangka tetap berada di Rutan Polda Bali,” papar Kasi Intel Kejari Badung I Made Gde Bamaxs,  Kamis (22/12/2022) siang kemarin.

Seperti diketahui tersangka yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO), itu diamankan setelah nongol saat sidang praperadilan di PN Denpasar saat menggugat penyidik Polda Bali.

Renato Lammanda alias Mr. Ron adalah pengusaha atau pemilik gerai GJC, Gloria Jeans Coffes yang berlokasi di Legian, Badung.

Baca Juga:Bali Bukan Cuma Pantai Kuta, Ada Pantai Tersembunyi di Leher Pulau, Kamu Pernah ke Sana?

Ternyata, pemakaian nama GJC, “Gloria Jeans Coffes” tanpa seijin dari GJC HOLDINGS,  pemilik atas hak kekayaan intelektual merek “Gloria Jean’s Coffees dan Gloria jean’s dan PT Bogajaya Internasional Jaya Abadi (PT BIJA) sebagai  pemegang hak Master Franchise atas Merek “Gloria Jean’s Coffees dan Gloria Jean’s di Indonesia.

Direktur PT BIJA, Budi Utomo dikonfirmasi, Kamis (22/12) sore menjelaskan, hak master franchise untuk  Merek “Gloria Jean’s Coffees dan Gloria Jean’s setelah adanya penandatanganan Master Franchise Agreement (MFA) antara diantara PT.BIJA dengan GJC Int, pada tanggal  27 April 2017.

 “GJC HOLDINGS  adalah pemilik atas hak kekayaan intelektual merek “Gloria Jean’s Coffees dan Gloria jean’s dan telah  didaftarkan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia,” ungkap Budi Utomo. 

Lebih lanjut dikatakan, PT BIJA diberikan penawaran oleh GJC INT untuk mengambil teritori ekslusif untuk wilayah Indonesia dengan syarat PT BIJA memiliki kewajiban untuk menyelesaikan seluruh pelanggaran merek yang terjadi di Indonesia.

“Pihak PT BIJA kemudian melakukan tracing untuk mencari pihak-pihak yang melakukan pelanggaran merek, khususnya di Bali dan ditemukan ada gerai GJC yang berlokasi di Jalan Raya Legian, Badung, milik Renato Lammanda,” lanjut Budi utomo. 

Baca Juga:Beda Sanksi Bagi Polisi Poligami: Di Polda Maluku Dipecat, Di Polda Kaltara Dimutasi

Menurutnya, pihak PT BIJA sudah berupaya menyelesaikan dengan baik pelanggaran merek yang di lakukan Mr. Ron. Diantaranya, mengundang Renato  ke Surabaya atas biaya PT BIJA.  Setelah tidak ada tanggapan baik dari Renato Lammanda, pihak PT BIJA kemudian mengirimkan somasi, tetapi tidak digubris dan pada tanggal 23 Juni 2022, pihak PT BIJA melapor ke Polda Bali, atas dugaan tindak pidana Merek yaitu dengan tanpa hak menggunaan merek yang sama pada keseluruhan dengan merek terdaftar milik pihak lain.   

Dikatakan Budi Utomo, PT BIJA sudah menawarkan kerjasama kepada Renato Lammanda dengan konpensasi nol rupiah untuk kerjasama pengelolaan francis Coffee Groria Jeans Coffee untuk area Bali.  

“Tidak ada itikad baik dari Renato. Toleransi waktu sudah cukup lama, 18 bulan tidak ada kepastian. Akhirnya pihak PT BIJA harus melaporkan ke Polda Bali,” ungkap Budi Utomo. 

Tersangka Renato Lammanda oleh Polda Bali sebelumnya, sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) setelah dua kali mangkir dari panggilan untuk menjalani tahap dua, pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke kejaksaan. 

Tersangka kemudian melalui penasihat hukumnya, Nyoman Samuel Kuriawan mengajukan praperadilan Polda Bali di PN Denpasar. Sayangnya, dalam sidang putusan,Kamis 15 Desember lalu, hakim tunggal, Hari Suprianto, menolak permohonan praperadilan terkait dengan penetapan  Renato Lammanda sebagai tersangka tersebut. 

Lucunya, putusan praperadilan seharusnya, Selasa, 13 Desember tetapi  hakim Hari Suprianto menunda sidang putusan tersebut. Alasan penundaan, kemunculan Renato Lammanda di ruang sidang, untuk menunjukan bahwa dirinya tidak melarikan diri. 

Tragisnya, munculnya tersangka Mr. Ron di PN Denpasar ini merupakan tindakan yang konyol. Pasalnya, tim dari dari Dirkrimsus Polda Bali sudah berjaga – jaga di PN Denpasar. Alhasil, tersangka Renato Lammanda kemudian digiring  ke balik jeruji besi Rutan Polda Bali. ***


Loading…

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Masih Ingat Bule Australia Masuk DPO, tapi Nongol PN Denpasar? Kasusnya Kini Dilimpahkan yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui situs berikut ini: https://denpasar.suara.com/read/2022/12/22/185837/masih-ingat-bule-australia-masuk-dpo-tapi-nongol-pn-denpasar-kasusnya-kini-dilimpahkan

Comment