Selulit: Penyebab, Pengobatan, dan Sederet Mitos yang Salah

Kesehatan3 Views
Instant Robust Hosting Services

Bungomedia – Baca Berita Terbaru Tentang Selulit: Penyebab, Pengobatan, dan Sederet Mitos yang Salah, kami sajikan untuk anda yang sedang mencari berita terpopuler yang kami kutip dari berbagai situs.

Anda juga bisa mencari berita terkait yang kami rangkum dalam topics Education, yang kami pubilkasikan pada 2023-01-26 12:00:00.

Bungomedia adalah Website yang membahas banyak hal, Mulai dari, Education, ekonomi, bisnis, tutorial, Politik, mengulas produk, dan menyediakan jasa backlink portal media berita nasional.

Semua informasi yang kami beritakan di kutip dari berbagai sumber terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak dan join di channel TelegramLokerNews” agar tidak ketinggalan berita loker terbaru Lainnya, silahkan Klik https://t.me/lokernews

Berikut ini berita dan informasi selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Selulit: Penyebab, Pengobatan, dan Sederet Mitos yang Salah

Sebagian besar perempuan pasti memiliki selulit. Ini adalah lapisan lemak yang berada di bawah permukaan kulit.

Meski tidak berbahaya, kondisi tersebut dapat mengganggu penampilan hingga menurunkan rasa percaya diri.

Pasalnya, masalah kulit yang satu ini umumnya terdapat pada bagian bokong, paha, dan lengan atas.

Sampai saat ini, masih belum ada satu studi pun yang menyatakan bahwa selulit dapat dihilangkan dengan sempurna.

Namun, kondisi gejala dari kondisi tersebut dapat dikendalikan dengan berbagai cara, seperti gaya hidup sehat dan perawatan kulit.

Yuk, cari tahu serba-serbi tentang selulit agar bisa tampil lebih percaya diri!

Baca Juga: Kenali 10+ Jenis Jerawat di Kulit dan Ragam Cara Mengatasinya

Apa Itu Selulit?

Foto: Stretch Mark atau Selulit pada Kulit (Orami Photo Stocks)

Melansir Mayo Clinic, selulit atau dikenal stretch mark adalah guratan yang muncul di permukaan kulit.

Lekukan ini umumnya muncul di perut, payudara, pinggul, bokong, atau area lain di tubuh.

Peregangan kulit yang menyebabkan selulit biasanya terjadi pada wanita hamil, terutama selama trimester ketiga.

Selulit tidak menyakitkan atau berbahaya, namun kondisi ini bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.

Perempuan cenderung memiliki lebih banyak lemak di sekitar pinggul dan paha dibandingkan dengan pria.

Karenanya, masalah kulit ini lebih sering terjadi pada perempuan.

Sebaliknya, hanya sekitar 10% pria yang memiliki selulit.

Hormon juga berperan dalam kehadiran selulit di kulit, baik pada perempuan maupun pria.

Apabila memiliki hormon estrogen lebih rendah, hal ini akan berdampak pada kinerja sirkulasi pembuluh darah yang menurun.

Maka, terjadi penurunan produksi kolagen baru dan kerusakan jaringan ikat.

Artinya, seiring usia yang terus bertambah, risiko selulit juga akan ikut meningkat. Hal ini berlaku pada pria maupun wanita..

Baca Juga: 17 Manfaat Kulit Jeruk yang Baik untuk Kesehatan dan Kecantikan, Bisa Bikin Kulit Glowing!

Faktor Penyebab Selulit

Penyebab Selulit

Foto: Penyebab Selulit (Shutterstock.com)

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab selulit. Berikut ulasannya.

1 . Genetik

Faktor genetik berperan dalam berkembangnya masalah kulit yang satu ini.

Selulit akibat kondisi genetik biasanya mulai terlihat ketika memasuki usia 20 tahunan.

Jika ibu dan nenek memiliki selulit, maka Moms akan berpeluang lebih besar untuk mengembangkan kondisi serupa.

Stretch mark bisa berbeda antara satu individu dengan lainnya.

Jadi, meskipun faktor genetik berpengaruh, lokasi dan bentuk selulit bisa saja berbeda satu sama lain.

2. Hormon Limfatik

Sistem limfatik berfungsi membantu tubuh membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan.

”Kelenjar getah bening dapat membuat sesulit. Hal ini karena kebiasaan yang tidak sehat,” kata Jeannette Graf, MD, asisten profesor klinis dermatologi di Mount Sinai Medical Center, New York.

Gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan yang buruk dan kurang olahraga, dapat meningkatkan risiko selulit.

3. Penuaan

Bertambahnya usia sebenarnya tidak membuat selulit semakin terlihat.

Akan tetapi, bertambahnya usia mempengaruhi elastisitas kulit sehingga risiko munculnya selulit akan meningkat.

“Selulit terlihat lebih buruk pada lansia, karena seiring bertambahnya usia kulit kehilangan elastisitasnya,” jelas Robyn Gmyrek, MD, founder Columbia University’s Cosmetic Skin and Laser Center.

Baca Juga: 8+ Jenis Penyimpangan Seksual dan Terapi untuk Mengatasinya

Cara Menyamarkan Selulit di Kulit

Selulit pada Ibu Hamil

Foto: Selulit pada Ibu Hamil (Orami Photo Stocks)

Tak perlu khawatir, ada beragam cara menyamarkan selulit di kulit.

Cara-cara alami ini terbilang aman dan cukup manjur apabila dilakukan secara rutin setiap harinya.

Apa saja cara-cara tersebut? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Konsumsi Teh Hijau

Melansir Youth Beauty Clinic, teh hijau diyakini dapat mengoptimalkan metabolisme dan membantu tubuh membakar lemak.

Hal tersebut karena teh hijau dapat menghentikan produksi enzim yang menyerap lemak.

Minum 3 cangkir teh hijau dalam sehari diduga dapat meningkatkan pengeluaran energi dan membantu membakar 80 kalori tambahan dalam 24 jam ke depan.

Selain itu, katekin pada jenis teh ini juga dapat mengurangi resistensi insulin, lho.

2. Lulur Kopi

Masker Kopi

Foto: Masker Kopi (Freepik.com/wayhomestudio)

Lulur kopi merupakan salah satu cara alami yang diyakini bisa menyamarkan selulit.

Kopi memiliki efek mengencangkan dan sangat baik untuk kulit yang sudah mengendur atau memiliki selulit.

Cara melakukan lulur, yakni pijat ke kulit selama beberapa menit menggunakan tekanan kuat. Setelahnya, bilas dengan air mengalir.

Lakukan 2-3 kali dalam seminggu untuk mendapatkan hasil maksimal.

3. Mengonsumsi Rumput Laut

Rumput laut juga diduga bisa menjadi cara alami menyamarkan selulit.

Nikki Ostrower, pakar nutrisi dan pendiri NAO Wellness menyatakan bahwa mengonsumsi rumput laut memiliki fungsi detoksifikasi yang kuat sehingga dapat membantu menyamarkan selulit.

“Rumput laut kaya akan yodium yang bagus untuk tiroid dan kesehatan hormon,” ungkapnya.

Ada beberapa bukti bahwa hormon dapat berperan dalam produksi selulit.

“Jadi, menjaga kesehatan tiroid dapat membantu meminimalisir pembentukan selulit baru,” tambahnya.

Baca Juga: 23 Cara Menghilangkan Mata Panda Secara Alami dan Medis, Efektif!

4. Oleskan Minyak Kelapa

Minyak Kelapa

Foto: Minyak Kelapa (Istockphoto.com)

Minyak kelapa adalah bahan alami lain yang disebut-sebut dapat menyamarkan selulit.

Ostrower mengatakan mencampurkan minyak kelapa dengan minyak esensial dan memijatnya ke kulit, terbilang manjur.

Minyak kelapa terbukti dapat menjadi pelembab alami yang sangat baik.

Hal inilah yang bisa membuat kulit Moms terlihat lebih kenyal.

Sedangkan, essential oil bisa membantu memanaskan jaringan dan mengeluarkan racun.

5. Lakukan Detoksifikasi Tubuh

Beberapa sumber menyatakan, cara mengurangi selulit harus menghilangkan lemak yang ada di dalam tubuh terlebih dahulu.

“Lemak menyimpan racun yang sulit diurai, sehingga bisa membentuk gumpalan pada lapisan bawah kulit dan berpotensi menjadi selulit,” ungkap Ashley Black, penulis buku The Cellulite Mith.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk ‘menghilangkan’ lemak di dalam tubuh adalah dengan detoksifikasi.

Tentu saja, efektivitas dari detoksifikasi baru bisa efektif apabila dikombinasikan dengan gaya hidup dan pola makan sehat, termasuk berolahraga secara rutin.

6. Konsumsi Cuka Apel

Cuka Apel

Foto: Cuka Apel (Freepik.com/jcomp)

Ada bahan alami yang konon dapat digunakan sebagai detoksifikasi, yaitu cuka sari apel.

Cuka sari apel memiliki sejumlah besar probiotik dan asam amino.

“Kandungan tersebut yang dapat membantu tubuh menciptakan simpanan alami HCL (asam perut yang baik), untuk pencernaan dan detoksifikasi,” kata Ostrower.

Moms dapat mencoba rutin mengonsumsinya untuk hasil yang maksimal.

Namun, Moms tetap perlu berhati-hati, apalagi jika memiliki masalah pada lambung.

Baca Juga: 11 Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Bahan Alami

7. Minum Air Putih dengan Optimal

Dari semua cara alami menyamarkan selulit, yang satu ini mungkin yang paling mudah, yakni minumlah lebih banyak air!

“Peningkatan asupan air dapat membuat kulit menjadi lebih lembap yang nantinya akan berpengaruh dalam menyamarkan selulit,” kata Dr. Engelman.

“Jika kulit dan jaringan lunak mengalami dehidrasi, itu dapat membuat kulit tampak lebih bergelombang karena mengendur,” tambahnya.

Usahakan untuk minum setidaknya 8 gelas sehari, atau lebih banyak lagi ketika Moms beraktivitas lebih banyak.

8. Konsumsi Buah Tinggi Cairan

Smoothie

Foto: Smoothie (shutterstock.com)

Hidrasi sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan dari pencernaan hingga kulit dan tekstur kulit Moms yang sehat.

Menjadi terhidrasi sepenuhnya dapat memperhalus permukaan kulit.

Cobalah mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang lebih tinggi seperti melon, mentimun, semangka, dan sayuran hijau.

Makanan ini tidak hanya tinggi kandungan air, tetapi juga rendah kalori.

Artinya, dapat membantu Moms menurunkan berat badan dan mengontrol simpanan lemak.

9. Olahraga

Olahraga teratur tidak menghilangkan selulit, tetapi dapat mencegah atau menyamarkan selulit.

“Mengencangkan otot-otot pada area yang sering timbul selulit akan mengencangkan kulit yang dapat memberikan ilusi bahwa selulit tidak begitu terlihat,” ujar Dr. McDaniel.

Hingga saat ini belum ada solusi permanen untuk menghilangkan selulit.

Prosedur operasi yang disebut dengan Cellulaze, meski efektif menghilangkan selulit hasilnya hanya bertahan selama 1 sampai 2 tahun.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Stretch Mark saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

Sederet Mitos Selulit yang Tidak Perlu Dipercaya

Selulit di Bokong

Foto: Selulit di Bokong (Youngwomenshealth.com)

Tak dipungkiri, sampai saat ini masih sering terdengar beragam mitos terkait selulit.

Jangan percaya lagi, berikut beberapa mitos yang perlu diketahui terkait selulit atau stretch mark:

1. Hanya Terjadi pada Penderita Obesitas

Ellen Marmur, MD, dokter kulit di Marmur Medical dan seorang profesor klinis dermatologi di Mount Sinai Medical Center di New York City, mengatakan selulit tidak hanya dimiliki oleh orang dengan kelebihan berat badan.

Orang kurus seperti model pun bisa memiliki selulit.

Penyebab selulit masih belum diketahui. Tetapi, gen dan hormon mungkin turut berperan.

Selulit terjadi ketika sel-sel lemak mendorong kulit ke atas jaringan ikat

2. Hanya Orang Tua yang Mengalaminya

Dr. Robinson mengatakan selulit terlihat pada wanita sejak usia remaja. Bahkan, selulit bisa dilihat dalam rahim wanita.

“Orang tua memang lebih rentan mengalami selulit, karena kulit menjadi kendur seiring bertambahnya usia dan saat kulit kendur itu membuat selulit menjadi lebih jelas,” kata Robinson.

3. Selulit Disebabkan Racun dalam Tubuh

Sejumlah produk selulit yang dijual bebas di pasaran mengklaim dapat menghilangkan kotoran dan racun dalam tubuh.

Sering disebut-sebut juga sebagai penyebab selulit.

Padahal, selulit terjadi karena penumpukan sel lemak pada jaringan ikat.

”Jaringan ikat dapat dilemahkan oleh hormon, kurang olahraga, dan kelebihan lemak, tetapi kondisi tersebut tidak disebabkan oleh racun,” ujar Cheryl Karcher, MD., dermatologist di New York City.

Baca Juga: 10 Manfaat Wortel untuk Mata, Cegah Mata Merah, Minus, hingga Katarak!

4. Krim Pengencang Kulit Bisa Menyembuhkan Selulit

Menurut hasil studi bahwa produk yang mengandung retinoid hanya dapat memberikan beberapa efek sementara yang menyamarkan selulit.

Akan tetapi, kurang terbukti untuk menghilangkan selulit.

”Krim ini lebih membantu pelangsingan dan pembentukan tubuh, yang tidak sama dengan selulit,” kata David McDaniel, MD, direktur Institute for Anti-Aging dan Asisten Profesor Dermatologi Klinis di Eastern Virginia Medical School.

Deanne Mraz Robinson, MD, FAAD, salah seorang pendiri Modern Dermatology of Connecticut, mengatakan ada banyak sekali krim, losion, dan ramuan yang menjanjikan untuk menghilangkan selulit.

Tapi, faktanya, tidak ada yang berhasil mengatasinya dengan sepenuhnya.

5. Tidak Bisa Terjadi pada Pria

Wanita jauh lebih mungkin mempunyai selulit daripada pria. Tapi, bukan berarti pria tidak akan memiliki keluhan tersebut, ya.

Dr. Jason Emer, MD, seorang ahli bedah kulit di Beverly Hills, California, mengatakan hormon seks wanita yang disebut estrogen berhubungan dengan kecenderungan wanita memiliki selulit.

Hal ini karena, hormon estrogen merangsang penyimpanan lemak subkutan.

Sedangkan, pria memiliki lapisan lemak subkutan yang jauh lebih tipis. Sehingga pria tidak memiliki kecenderungan memiliki selulit.

“Jika pria mengembangkan selulit, biasanya selulit disebabkan oleh penurunan berat badan yang lebih besar,” kata Dr. Emer.

Baca Juga: 8 Jenis Makanan yang Bisa Membesarkan Bokong

Demikian serba-serbi selulit dan beragam pengobatan alami yang bisa dilakukan untuk membantu menyamarkan masalah kulit ini.

Jika Moms atau Dads merasa sangat terganggu dengan keluhan ini, jangan ragu untuk berobat ke dokter spesialis, ya!

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Selulit: Penyebab, Pengobatan, dan Sederet Mitos yang Salah yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui situs berikut ini: https://www.orami.co.id/magazine/selulit

Comment