Tarif KRL Buat Si Kaya dan Si Miskin Mau Dibedakan, YLKI: Aneh

Instant Robust Hosting Services

Berita terkait Tarif KRL Buat Si Kaya dan Si Miskin Mau Dibedakan, YLKI: Aneh ini bungomedia sajikan untuk anda yang sedang mencari berita terpopuler yang kami kutip dari berbagai situs.

Anda juga bisa mencari berita terkait yang kami rangkum dalam topics Breaking News, yang kami publis pada 2022-12-28 15:38:59.

Sekilas Tentang Bungomedia.eu.org, kami adalah blog yang membahas banyak hal, dari ekonomi, bisnis, tutorial, cara bisnis online, mengulas produk dan menyediakan jasa backlink portal media berita nasional.

Semua informasi yang kami beritakan di kutip dari berbagai sumber terpercaya dan anda bisa mengunjungi situsnya yang pada akhir artikel ini.

Simak dan join di channel TelegramLokerNews” agar tidak ketinggalan berita loker terbaru Lainnya, silahkan Klik https://t.me/lokernews

Berikut ini berita dan informasi selengkapnya yang kami rangkum di bawah ini:

Tarif KRL Buat Si Kaya dan Si Miskin Mau Dibedakan, YLKI: Aneh

Suara.com – Wacana pemerintah pusat yang akan membedakan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) bagi si kaya dan si miskin menuai polemik. Rencana ini dikatakan banyak pihak sebagai kebijakan yang aneh dan tak lazim.

Salah satu yang mengkritik adalah Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, dia bilang wacana ini tidak adil dari sisi kebijakan publik.

Dia menyebut seharusnya ada dua opsi untuk transportasi publik ini. “Opsinya adalah naik tarif atau tambah dana PSO),” kata dia dalam keterangannya, Rabu (28/12/2022).

Tulus mengatakan hal tersebut bisa dipilih salah satu dan tak bisa keduanya dilakukan. “Wacana Menhub yang akan memberlakukan sistem tarif berbeda untuk penumpang berdasi, sulit diimplementasikan dan tidak lazim,” ujarnya.

Baca Juga:
Meski Dibedakan Antara Kaya dan Miskin, Tarif KRL Sebenarnya di Bawah Rp 20 Ribu

Menurut Tulus sebaiknya orang-orang berdasi yang menggunakan KRL bisa diberikan insentif salah satunya adalah dengan tarif KRL yang murah. Hal ini karena orang tersebut sudah mau meninggalkan kendaraan pribadi mereka dan mau menggunakan angkutan umum.

“Coba kalau mereka menggunakan kendaraan pribadi akan menambah kemacetan dan polusi. Aneh kalau mereka justru akan dikenakan disinsentif dengan tarif mahal saat naik KRL,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi mengumumkan bahwa, tarif KRL tidak akan naik pada tahun 2023 mendatang. Akan tetapi, ada skema baru dalam tarif KRL ke depannya.

“Kalau KRL nggak naik. Insya Allah 2023 tidak naik,” ujar Menhub di Jakarta, Selasa (27/12/2022).

Dia menjelaskan, dalam skema baru akan dipisahkan antara penumpang KRL mampu dengan tidak mampu. Pemisahan itu nantinya diatur lewat tiket kartu.

Baca Juga:
Penumpang KRL yang Kaya dan Miskin Akan Dipisah

Sayangnya, Menhub tidak merinci kembali terkait pemisahan level penumpang tersebut.

“Jadi, yang kemampuan finansialnya tinggi harus bayar lain. Average, sampai 2023 nggak naik,” jelas dia.

Sementara, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal menyampaikan, skema ini bakal diterapkan lewat subsidi terbatas via kartu.

Menurut dia, skema ini membuat subsidi yang diberikan Kementerian Perhubungan bisa tepat sasaran ke yang membutuhkan.

“Nanti kita pakai data Kemendagri. Yang kaya ya bayar sesuai aslinya, yang kurang mampu itu nanti dapat subsidi,” imbuh dia.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang Tarif KRL Buat Si Kaya dan Si Miskin Mau Dibedakan, YLKI: Aneh yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.

Berita selengkapnya bisa anda akses melalui situs berikut ini: https://www.suara.com/bisnis/2022/12/28/153859/tarif-krl-buat-si-kaya-dan-si-miskin-mau-dibedakan-ylki-aneh

Comment