Tiara Kini Sehari Mampu Jual 3 Ton Es Batu Kristal

Bisnis3020 Views
Promo Hosting SSD Unlimited

KUDUS – Rintis Usaha Es Batu Kristal untuk Bekal Pensiun, Tiara Kini Sehari Mampu Jual 3 Ton Es Batu Kristal.

Beberapa lemari pendingin tampak terjajar rapi di ruangan sebuah rumah Desa Pasuruhan Lor RT 3 RW 1, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di dalam setiap satu pendingin itu, terdapat puluhan pak es batu kristal.

Beberapa orang juga terlihat hilir mudik mengambil es batu kristal itu. Tempat tersebut yakni distributor atau agen es batu kristal milik Selamet Sumarsono.

Putri dari Selamet Sumarsono yakni Tiara Apriliana (20) menuturkan, ayahnya mulai merintis jadi agen es batu kristal sejak 2010.

Menurutnya, usaha tersebut merupakan usaha sampingan di sela aktivitas dinas ayahnya jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut.

Usaha itu dipersiapkan agar kelak setelah pensiun sudah ada kesibukan yang tentunya menghasilkan uang.

“Usaha jadi distrubutor es batu kristal memang dipersiapkan untuk bekal hari tua. Agar kelak setelah beliau pensiun tidak menganggur, tapi bisa langsung menjalankan usaha. Tentunya usaha yang menghasilkan uang untuk keluarga,” ujar perempuan yang akrab disapa Tiara kepada Betanews.id, Jumat (23/10/2020).

Tiara Kini Sehari Mampu Jual 3 Ton Es Batu Kristal

 

Tiara Kini Sehari Mampu Jual 3 Ton Es Batu Kristal
Seorang pria sedang mengambil es batu kristal yang akan dikirim ke pelanggan. Foto: Rabu Sipan.

 

Anak pertama dari dua bersaudara itu mengatakan, ayahnya merupakan pemilik usaha distributor es batu kristal pertama di Kudus.

Menurutnya, dalam merintis usaha tersebut butuh perjuangan keras. Kata dia, di sela kegiatan dinasnya ayahnya berkeliling menawarkan es batu kristal ke restoran atau ke pemilik usaha kedai minuman atau pun es jus dan lainnya.

Lebih lanjut, tuturnya, di kegiatan menawarkan es batu kristal itu, tak jarang berpapasan dengan pemilik usaha agen es batu balok, sehingga sering terjadi percekcokan.

Karena keberadaan es batu kristal dianggap akan mengikis usaha mereka. Bahkan, mereka mengklaim kawasan tertentu di Kudus sebagai wilayah pelanggan mereka.

“Namun, saat itu ayahku tidak peduli. Sebab pikir ayah saya, biar pelanggan yang menentukan. Pilih es batu balok atau es batu kristal,” ujarnya.

Perempuan yang masih tercacat sebagai mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) jurusan IT itu melihat sendiri bahwa proses tidak akan mengingkari hasil. Perjuangan berkeliling menawarkan es batu kristal kini sudah terlihat hasilnya.

Pelanggannya sudah lumayan banyak. Hampir restoran ternama dan kedai es di kudus jadi pelanggannya semua.

“Ada sekitar 74 restoran dan kedai es di Kudus yang jadi pelanggan tetap kami, yang batu kristalnya selalu kami antar. Itu belum termasuk pelanggan perorangan atau pelanggan yang beli langsung ke tempat kami,” ungkapnya.

Dia mengatakan, di tempatnya tersebut menyediakan es batu kristal dan es batu serut. Harga kedua es tersebut dibanderol sama yakni Rp 8.500 per pak, dengan berat sekitar 10 kilogram.

Dalam sehari, biasanya ia bisa menjual sekitar 350 pak atau tiga ton setengah es batu kristal maupun es batu serut.

“Jumlah tersebut saat belum ada pandemi. Sejak ada pandemi penjualan turun jadi 300 pak atau tiga ton sehari. Semoga saja Corona ini cepat hilang. Agar penjualan es batu kristal kami bisa meningkat lagi,” harapnya sambil tersenyum. (Berita Viral)

Editor: AM

Comment